Hilal Ramadhan[1].
Fatwa Syekh ‘Athiyyah Shaqar.
Pertanyaan:
Dalam hadits dinyatakan, “Berpuasalah kau saat melihat bulan dan berhari rayalah kau saat melihat bulan”. Apakah kata ‘melihat’ disini boleh diinterpretasikan sebagai melihat secara ilmiah, bukan melihat dengan mata kepala, untuk menyatukan awal bulan Ramadhan?
Jawaban:
Tema penyatuan awal Ramadhan yang selanjutnya mengarah kepada penyatuan hari raya di seluruh negeri-negeri Islam ialah tema yang dibahas para jago Fiqh pada abad-abad pertama, juga dibahas para ulama di Majma’ al-Buhuts al-Islamiyyah (Lembaga Riset Islam) pada beberapa tahun terakhir. Semuanya setuju bahwa tidak ada pertentangan antara agama Islam dan ilmu pengetahuan, agama Islam sendiri menyerukan ilmu pengetahuan. Dalam dilema kita ini, hadits mengaitkan puasa dan hari raya dengan melihat Hilal, jikalau tidak terlihat dengan mata kepala, maka kita memakai ilmu pengetahuan. Bimbingan biar menyempurnakan jumlah hari bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari ialah kode untuk menghormati Hisab yang merupakan salah satu bentuk ilmu pengetahuan. Mereka yang mengamati Hilal memakai teropong yang merupakan peralatan dari ilmu pengetahuan, juga memakai alat-alat pengintai Hilal dan peralatan lainnya. Tema ini membutuhkan pembahasan yang panjang lebar, pembahasan ilmu pengetahuan dan agama, dibahas dalam juz kedua kitab Bayan li an-Nas min al-Azhar asy-Syarif (Penjelasan Untuk Umat Manusia Dari Al-Azhar Yang Mulia). Disini saya sebutkan bahwa Konferensi Riset Islam ke-III yang dilaksanakan pada tahun 1966M memutuskan sebagai berikut:
- Ru’yah ialah dasar untuk mengetahui masuknya bulan Qamariyyah, sebagaimana yang dinyatakan oleh hadits. Ru’yah ialah dasar, akan tetapi tidak berpedoman kepada Ru’yah jikalau tidak ada kepercayaan yang sangat kuat.
- Penetapan Ru’yah dengan Mutawatir dan Istifadhah (berita dibawa oleh banyak orang), juga dengan Khabar Wahid (berita dibawa oleh satu orang), pria atau perempuan, jikalau tidak ada faktor penyebab yang mempengaruhi kebenaran beritanya. Diantara faktor penyebab yang sanggup merusak kebenaran isu Ru’yah ialah jikalau bertentangan dengan Hisab dari orang yang terpercaya.
- Khabar Wahid mesti diamalkan, baik oleh orang yang membawa isu maupun yang mempercayainya. Adapun mewajibkan semua orang untuk mengikutinya, maka dilarang kecuali sehabis Ru’yah ditetapkan oleh sebuah forum yang ditetapkan negara untuk itu.
- Berpedoman kepada Hisab dalam penetapan masuknya bulan Ramadhan apabila tidak sanggup diwujudkan lewat Ru’yah dan mustahil menyempurnakan jumlah hari bulan sebelumnya menjadi tiga puluh hari.
- Menurut konferensi ini, perbedaan penampakan Hilal tidak dianggap jikalau tempatnya berjauhan dan waktu malam diantara tempat-tempat tersebut masih bersambung, meskipun sedikit. Perbedaan penampakan Hilal diantara beberapa tempat gres dianggap jikalau waktu malam diantara tempat-tempat tersebut tidak bersambung.
- Konferensi ini merekomendasikan kepada masyarakat dan negara-negara Islam biar di setiap tempat negeri Islam mempunyai forum penetapan awal bulan Qamariyyah dengan tetap melaksanakan kordinasi antara forum dan berkordinasi dengan forum Hisab terpercaya.
Mesir mengumumkan awal dan selesai Ramadhan menurut beberapa keputusan konferensi ini dan tetap berkordinasi dengan negara-negara lain. Demikianlah, saya ingin mengingatkan kaum muslimin bahwa ada unsur-unsur lain yang sangat penting dan menunjukkan imbas yang sangat berpengaruh untuk menyatukan umat Islam, diantara yang terpenting ialah penyatuan hukum, sistem undang-undang, ekonomi dan budaya menurut agama Islam. Tidak adanya penyatuan ini menimbulkan kaum muslimin semakin menjauh dan menimbulkan kaum muslimin menjadi korban negara-negara lain, menimbulkan keretakan ikatan kaum muslimin. Sungguh benar Rasulullah Saw menyerupai yang diriwayatkan al-Baihaqi, “Jika kaum muslimin membatalkan perjanjian mereka kepada Yang Mahakuasa Swt dan Rasul-Nya, maka musuh menguasai mereka dan mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka. Jika pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, maka akan dijadikan azab di tengah-tengah mereka”.
Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/
EmoticonEmoticon