Selasa, 24 Juli 2012


Mengangkat Tangan Ketika Berdoa[1].
Fatwa Syekh ‘Athiyyah Shaqar.

Pertanyaan:
Mengapa tangan diangkat keatas dikala berdoa?

Jawaban:
Tuhan Swt berfirman:
¬!ur ä-̍ô±pRùQ$# Ü>̍øópRùQ$#ur 4 $yJuZ÷ƒr'sù (#q9uqè? §NsVsù çmô_ur «!$# 4 žcÎ) ©!$# ììźur ÒOŠÎ=tæ ÇÊÊÎÈ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kau menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Tuhan Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha mengetahui”. (Qs. Al-Baqarah [2]: 115). Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah Saw melakukan shalat, ia dari Mekah menuju Madinah, ia berada diatas binatang tunggangannya sesuai arahnya. Lalu turun ayat:
$yJuZ÷ƒr'sù (#q9uqè? §NsVsù çmô_ur «!$#
Maka kemanapun kau menghadap di situlah wajah Allah”. (Qs. Al-Baqarah [2]: 115). Ini berlaku pada shalat Sunnat. Maknanya bahwa semua arah milik Tuhan Swt, siapa yang mengarah kemana saja dalam ibadahnya, maka Tuhan Swt memperhatikan dan mengetahuinya. Yang dimaksud dengan wajah Tuhan Swt yakni Dzat Tuhan Swt, lantaran wajah mengungkapkan wacana Dzat, lantaran wajah yakni anggota badan yang paling mulia (pada makhluk), sama ibarat firman Tuhan Swt:
$oÿ©VÎ) ö/ä3ãKÏèôÜçR Ïmô_uqÏ9 «!$#
Sesungguhnya Kami memberi masakan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah”. (Qs. Al-Insan [67]: 9). Maksudnya, kami berzakat hanya mengharapkan Tuhan Swt semata, bukan kepada yang lain diantara makhluk-Nya. Artinya, kami mengesakan-Nya, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Kami berzakat ikhlas, tidak riya’ dalam amal kami.
                Diantara ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Swt yakni doa. Ketika seorang insan menghadap kepada Tuhannya kearah mana pun, maka sesungguhnya Tuhan Swt ada, tidak pernah sirna. Tuhan Swt Maha Mengetahui, tidak pernah lalai. Tuhan Swt Maha Dekat, tidak pernah jauh. Artinya, meskipun kedudukan Tuhan Swt Maha Tinggi, akan tetapi Tuhan Swt Maha Dekat dengan insan dengan pengetahuan-Nya:
öNs9r& ts? ¨br& ©!$# ãNn=÷ètƒ $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# ( $tB Ücqà6tƒ `ÏB 3uqøgªU >psW»n=rO žwÎ) uqèd óOßgãèÎ/#u Ÿwur >p|¡÷Hs žwÎ) uqèd öNåkޝϊ$y Iwur 4oT÷Šr& `ÏB y7Ï9ºsŒ Iwur uŽsYò2r& žwÎ) uqèd óOßgyètB tûøïr& $tB (#qçR%x. ( §NèO Oßgã¤Îm6t^ム$yJÎ/ (#qè=ÏHxå tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# 4 ¨bÎ) ©!$# Èe@ä3Î/ >äóÓx« îLìÎ=tæ ÇÐÈ  
Tidakkah kau perhatikan, bahwa Sesungguhnya Tuhan mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? tiada pembicaraan belakang layar antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari tamat zaman apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Tuhan Maha mengetahui segala sesuatu”. (Qs. Al-Mujadilah [58]: 7). Oleh alasannya yakni itu Tuhan Swt berfirman:
#sŒÎ)ur y7s9r'y ÏŠ$t6Ïã ÓÍh_tã ÎoTÎ*sù ë=ƒÌs% ( Ü=Å_é& nouqôãyŠ Æí#¤$!$# #sŒÎ) Èb$tãyŠ (
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu wacana Aku, maka (jawablah), sebetulnya Aku yakni dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”. (Qs. Al-Baqarah [2]: 186). Karena dekat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, maka tidak perlu berteriak dikala berdoa kepada-Nya, lantaran sesungguhnya Ia mengetahui belakang layar dan yang tersembunyi. Tuhan Swt berfirman:
(#qãã÷Š$# öNä3­/u %YæŽ|Øn@ ºpuŠøÿäzur 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä šúïÏtF÷èßJø9$# ÇÎÎÈ

Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/


EmoticonEmoticon