Status Hadits
Pertanyaan :
Apa status hadits ini ?
Teks Hadits
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa yang mencela saudaranya atas suatu perbuatan dosa, maka ia akan melakukan perbuatan itu sebelum ia mati”.
Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, ia berkata: “Hadits gharib. Sanadnya tidak bersambung (hadits dha’if).
Imam Ibnu al-Jauzi memuat hadits ini dalam kitab al-Maudhu’at (kumpulan hadits palsu).
Abu Daud dan lainnya berkata, “Dalam sanadnya ada Muhammad bin al-Hasan bin Abi Yazid, ia seorang pendusta”.
(Sumber: Asna al-Mathalib: 1/278).
Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/2015/12/status-hadits.html
Pertanyaan :
Apa status hadits ini ?
مَنْ
عَيَّرَ أَخوهُ بِذَنْبٍ, لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
Jawaban: Teks Hadits
وَعَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ - رضي الله عنه -
قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ, لَمْ يَمُتْ
حَتَّى يَعْمَلَهُ -
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa yang mencela saudaranya atas suatu perbuatan dosa, maka ia akan melakukan perbuatan itu sebelum ia mati”.
Status/Kualitas Hadits:
رواه الترمذي وقال غريب ليس إسناده
بالمتصل وأورده ابن الجوزي في الموضوع وقال أبو داود وغيره فيه محمد بن الحسن بن
أبي يزيد كذاب (أسنى المطالب: 1/278)
Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, ia berkata: “Hadits gharib. Sanadnya tidak bersambung (hadits dha’if).
Imam Ibnu al-Jauzi memuat hadits ini dalam kitab al-Maudhu’at (kumpulan hadits palsu).
Abu Daud dan lainnya berkata, “Dalam sanadnya ada Muhammad bin al-Hasan bin Abi Yazid, ia seorang pendusta”.
(Sumber: Asna al-Mathalib: 1/278).
Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/2015/12/status-hadits.html
EmoticonEmoticon