الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Sumber:
Shahih Muslim, Kitab: al-Qadr, Bab: fi al-Amr bi al-Quwwah wa Tark al-‘Ajz wa al-Isti’anah billah wa Tafwidh al-Maqadir lillah (Perintah supaya kuat, meninggalkan perilaku lemah, meminta tolong kepada Tuhan dan menyerahkan takdir kepada Tuhan Swt).
Terjemah:
“Mukmin yang berpengaruh lebih baik dan lebih dicintai Tuhan daripada mukmin yang lemah, dalam semuanya ada kebaikan. Bersemangatlah untuk melaksanakan sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah tunjangan kepada Tuhan dan jangan merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu, jangan engkau katakan, ‘Andai saya melaksanakan anu dan anu’. Akan tetapi katakanlah, ‘Takdir Allah, apa yang Ia kehendaki, Ia lakukan’. Karena kalau-kalau itu membuka perbuatan setan”. Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/
Sumber:
Shahih Muslim, Kitab: al-Qadr, Bab: fi al-Amr bi al-Quwwah wa Tark al-‘Ajz wa al-Isti’anah billah wa Tafwidh al-Maqadir lillah (Perintah supaya kuat, meninggalkan perilaku lemah, meminta tolong kepada Tuhan dan menyerahkan takdir kepada Tuhan Swt).
Terjemah:
“Mukmin yang berpengaruh lebih baik dan lebih dicintai Tuhan daripada mukmin yang lemah, dalam semuanya ada kebaikan. Bersemangatlah untuk melaksanakan sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah tunjangan kepada Tuhan dan jangan merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu, jangan engkau katakan, ‘Andai saya melaksanakan anu dan anu’. Akan tetapi katakanlah, ‘Takdir Allah, apa yang Ia kehendaki, Ia lakukan’. Karena kalau-kalau itu membuka perbuatan setan”. Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/
EmoticonEmoticon