Kajian Hadits Masjid Akramunnas, Sabtu 9 Dzulhijjah 1432H / 5 November 2011M.
عن أبي هُرَيْرَة - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ » .
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang melaksanakan ibadah haji alasannya ialah Allah, tidak melaksanakan rafats dan tidak melaksanakan fasiq, maka ia kembali menyerupai hari ibunya melahirkannya”. (HR. al-Bukhari, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Makna Rafats berdasarkan Imam al-Azhari ialah semua yang diinginkan pria terhadap perempuan. Dengan kata lain, ucapan dan perbuatan yang berbau seks.
Sedangkan makna Fasiq ialah semua perbuatan maksiat.
“Kembali dari melaksanakan ibadah haji menyerupai hari ia dilahirkan ibunya”, maknanya diampuni semua dosa-dosanya layaknya bayi yang gres saja keluar dari rahim ibunya.
Itulah keutamaan yang diberikan Tuhan Swt kepada orang yang melaksanakan ibadah haji hanya alasannya ialah Tuhan Swt.
Inti dari ibadah haji ialah Wuquf di Arafah, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Saw:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Ibadah haji itu ialah (Wuquf) di Arafah”. (HR. at-Tirmidzi).
Dalam Wuquf itu insan dilepaskan dari semua atributnya, ia berada dalam miniatur Yaum al-Mahsyar (Hari Berbangkit). Manusia dituntut mencicipi apa yang akan terjadi di darul abadi kelak. Jika selama ini gosip wacana itu hanya ia dapatkan dari indera pendengaran dan mata. Maka saat di Arafah seluruh potensi dalam dirinya mencicipi perasaan tersebut. Disanalah insan diingatkan akan kelemahan dirinya di tengah kuasa Tuhan Yang Maha Agung. Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/
عن أبي هُرَيْرَة - رضى الله عنه - قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ « مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ » .
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang melaksanakan ibadah haji alasannya ialah Allah, tidak melaksanakan rafats dan tidak melaksanakan fasiq, maka ia kembali menyerupai hari ibunya melahirkannya”. (HR. al-Bukhari, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Makna Rafats berdasarkan Imam al-Azhari ialah semua yang diinginkan pria terhadap perempuan. Dengan kata lain, ucapan dan perbuatan yang berbau seks.
Sedangkan makna Fasiq ialah semua perbuatan maksiat.
“Kembali dari melaksanakan ibadah haji menyerupai hari ia dilahirkan ibunya”, maknanya diampuni semua dosa-dosanya layaknya bayi yang gres saja keluar dari rahim ibunya.
Itulah keutamaan yang diberikan Tuhan Swt kepada orang yang melaksanakan ibadah haji hanya alasannya ialah Tuhan Swt.
Inti dari ibadah haji ialah Wuquf di Arafah, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Saw:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Ibadah haji itu ialah (Wuquf) di Arafah”. (HR. at-Tirmidzi).
Dalam Wuquf itu insan dilepaskan dari semua atributnya, ia berada dalam miniatur Yaum al-Mahsyar (Hari Berbangkit). Manusia dituntut mencicipi apa yang akan terjadi di darul abadi kelak. Jika selama ini gosip wacana itu hanya ia dapatkan dari indera pendengaran dan mata. Maka saat di Arafah seluruh potensi dalam dirinya mencicipi perasaan tersebut. Disanalah insan diingatkan akan kelemahan dirinya di tengah kuasa Tuhan Yang Maha Agung. Sumber http://somadmorocco.blogspot.co.id/
EmoticonEmoticon