Minggu, 14 Agustus 2011

Pertanyaan:
apakah arti silaturahim? apa aturan orang yang menetapkan silaturahim?

Jawaban:
Makna Silaturahim.
Silaturahim terdiri dari dua kata, kata shilatu dan kata rahim. Bila diterjemahkan secara bahasa kedua kata ini membingungkan. Shilatu artinya menghubungkan, mengaitkan dan menyatukan. Sedangkan rahim yaitu kantong kawasan janin di dalam perut perempuan. Makara jikalau kedua kata ini digabungkan, berarti mengandung makna menyatukan rahim.
Apa bantu-membantu makna silaturahim? Terlepas dari status sosial, jabatan, kedudukan, harta kekayaan, ras dan suku, bantu-membantu kita dulu berasal dari satu rahim, yaitu rahim Hawa. Kemudian kita terpisah di rahim-rahim ibu kita. Lalu kita terlahir dari rahim-rahim yang berbeda. Kemudian kita diuji untuk menyatukan dan mengeratkan ikatan rahim itu kembali, layaknya sebelum berpisah dulu. Akan tetapi menyatukan silaturahim ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Penuh usaha dan perjuangan. Terkadang ego, status sosial dan kepentingan menjadi penghalang untuk mempererat silaturahim.

Perintah Bersilaturahim.
Dalam kitab Sunan Ibni Majah dinyatakan, Rasulullah Saw bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturahim, laksanakanlah shalat di waktu malam saat orang lain tidur, maka kau akan masuk nirwana dengan selamat”. (HR. Ibnu Majah). Hadits ini dinyatakan Rasulullah Saw saat dia gres saja hingga di kota Madinah, betapa menjalin silaturahim termasuk pesan pertama yang disampaikan Rasulullah Saw disamping pesan menyebarkan kepada orang lain dan pesan melakukan Qiyamullail mendekatkan diri kepada Tuhan Swt.



Balasan Bagi Orang Yang Menjalin Silaturahim.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahim”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Betapa silaturahim sanggup melapangkan rezeki dan memperpanjang umur, padahal rezeki dan umur sudah ditetapkan Tuhan Swt, maka berdasarkan Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi, yang ditambahkan Tuhan dengan silaturahim yaitu keberkahan umur dan keberkahan rezeki, itulah yang selalu kita mohonkan kepada Tuhan Swt.

Bersilaturahim Berarti Menjalin Hubungan Dengan Tuhan Swt.
Dalam sebuah hadits Qudsi dinyatakan:
قَالَ اللَّهُ أَنَا الرَّحْمَنُ وَهِىَ الرَّحِمُ شَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِى مَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ
Allah Swt berfirman, “Aku yaitu ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), dan dia yaitu rahim. Namanya Aku ambil dari nama-Ku. Siapa yang menghubungkan silaturahim, maka Aku jalin korelasi dengan dia dan siapa yang menetapkan silaturahim, maka Aku putuskan korelasi dengan dia”. (HR. At-Tirmidzi).
Betapa korelasi dengan Tuhan Swt dikaitkan dengan menjalin silaturahim. Banyak sekali orang yang merasa sedang menjalin korelasi dengan Tuhan dengan prestasi ibadahnya, padahal Tuhan telah menetapkan korelasi dengannya hanya lantaran ia telah menetapkan silaturahim.






Ancaman Bagi Orang Yang Memutuskan Silaturahim.
Disebutkan dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah Saw bersbda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
“Tidak masuk nirwana orang yang menetapkan silaturahim”. (HR. Muttafaq ‘Alaih). Tidak ada bahaya yang lebih berat daripada ini. Oleh alasannya yaitu itu, maka mari kita buka hati untuk memaafkan orang lain, di waktu yang sama kita ulurkan tangan untuk memohon maaf kepada orang lain, lantaran dengan itu sesungguhnya kita sedang menjalin korelasi dengan Tuhan Swt dan mendapat ampunan Tuhan Swt. Rasulullah Saw bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
“Dua orang muslim bertemu, kemudian bersalaman, maka mereka berdua diampuni, sebelum mereka berpisah”. (HR. At-Tirmidzi).
Andai pertikaian tak terelakkan, terjadi konflik dan permusuhan, maka orang pertama yang memulai ucapan salam, dialah orang terbaik berdasarkan hadits Rasulullah Saw:
لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا ، وَخَيْرُهُمَا الَّذِى يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ
“Tidak halal bagi seseorang mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka berdua bertemu, ini menolak ini dan ini menolak ini. Yang paling baik diantara mereka berdua yaitu orang yang memulai salam”. (HR. Al-Bukhari).
Semoga Tuhan Swt menawarkan kita hidayah untuk bisa melawan keegoan dan memulai salam, amin.

Sumber http://somadmorocco.blogspot.com


EmoticonEmoticon