Rabu, 28 Juli 2010

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَعُودُنِى مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ بِى زَمَنَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقُلْتُ بَلَغَ بِى مَا تَرَى وَأَنَا ذُو مَالٍ وَلاَ يَرِثُنِى إِلاَّ ابْنَةٌ لِى أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَىْ مَالِى قَالَ « لاَ » . قُلْتُ بِالشَّطْرِ قَالَ « لاَ » . قُلْتُ الثُّلُثُ قَالَ « الثُّلُثُ كَثِيرٌ ، أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ وَلَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ » .
Artinya:
Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari Bapaknya, ia berkata, “Rasulullah Saw tiba kepada kami menjenguk aku dikala aku menderita sakit keras pada waktu Haji Wada’. Saya katakan kepada beliau, “Saya sakit menyerupai yang engkau lihat, aku memiliki harta, tidak ada yang mewarisi harta aku selain seorang anak wanita saya. Apakah (boleh) aku berzakat dengan dua pertiga harta saya?”.
Rasulullah Saw menjawab, “Tidak”.
Saya katakan, “Setengah?”.
Rasulullah Saw menjawab, “Tidak”.
Saya katakan, “Sepertiga?”.
Rasulullah Saw berkata, “Sepertiga itu banyak. Engkau biarkan andal warismu berkecukupan, itu lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka dalam keadaan miskin mengulurkan telapak tangan mereka meminta-minta kepada orang lain. Nafkah/infaq yang engkau berikan alasannya ialah mengharapkan kemuliaan Allah, maka engkau niscaya diberi balasan, meskipun itu nafkah yang engkau berikan kepada istrimu sendiri”.
(Dari Kitab Shahih al-Bukhari. No. 5344. Cetakan Dar Ibn Katsir, Beirut. Cetakan ketiga, tahun 1407H/1987M. Diterjemahkan oleh: H. Abdul Somad, Lc., MA.)
Sumber http://somadmorocco.blogspot.com


EmoticonEmoticon